Sebuah Rasa


Trauma yang melanda menikam-nikam jiwa, selemah ku-lemah daku berserah, trauma yang kurasakan hanya padamu Tuhan yang memahami pedih di hati

Pastinya sebuah bait kata-kata yang akan meninggalkan kesan di hati bagi mereka yang telah merasakan sebuah trauma, sebagai manusia biasa sering kali kita mengalami trauma-trauma  kecil yang membekas di dalam kehidupan kita. Luka jiwa atau kadang disebut juga dengan trauma dapat terjadi pada semua insan, tak terkecuali diri kita, aku dan siapa saja yang sedang membaca note ini.

Secara sederhana, trauma dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang untuk mengatasi persoalan hidup yang harus dijalaninya, sehingga seseorang itu akan bertingkah secara kurang wajar, baik di sadari maupun tidak di sadari.

Sebuah rasa

Trauma itu berawal dari kejadian yang tak pernah kita pikirkan akan terjadi, harapan yang telah kita pupuk dan harapkan, tapi ternyata kekecewaan yang telah menanti kita. Trauma itu adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata inderawi. Trauma lebih tepat digambarkan sebagai sebuah perasaan. Trauma mempengaruhi emosi dan pikiran manusia. Pengaruh yang terutama sekali adalah pengaruh yang membawa pikiran dan emosi manusia pada kondisi-kondisi negatif, seperti kecemasan, ketidak berdayaan, dan dendam.

Seorang sahabat telah mengirimkan email, dimana kisah cintanya harus putus di tengah jalan karena tidak mendapat restu dari orangtua kekasihnya dan akhirnya mereka harus membawa haluan masing-masing dan sang mantan telah pun menikah dengan pilihan orang tuannya.

Kejadian ini telah meninggalkan kesan trauma di dalam jiwanya, dia tidak percaya lagi dengan apa yang namanya cinta, bila memikirkan sebuah cinta, yang terbayang di dalam pikirannya adalah sebuah rasa sakit dari perpisahan. Selama 2 tahun tanpa seorang kekasih, banyak teman-teman cowoknya yang mencoba untuk rapat dengannya, tapi selalunya tidak akan bisa bertahan lama, paling tidak setelah  2 minggu saling dekat, akhirnya teman ku akan mundur  dan menutup lagi rapat-rapat pintu hatinya. Aku tidak bisa banyak membantu untuk meringankan bebannya, karena aku sendiri kurang pasti apa yang benar-benar dia rasakan, tapi aku bisa menyimpulkan kalau dia telah mengalami sebuah trauma jiwa.

Setelah mengetahui itu, apa sahabatku harus membiarkanya begitu saja, dan hanya menyerahkan pada waktu untuk mengobatinya, kalau bukan diri kita sendiri yang berusaha untuk memperbaiki keadaan, tidak mungkin orang lain akan bisa membantu dan mengerti perasaan kita. Sekarang adalah waktunya untuk mengatur sebuah kehidupan yang baru, harus memberi semangat pada diri sendiri, dan yakin kalau Allah subhanahu wa ta’ala sentiasa berada di samping kita.

What doesn’t kill you, makes you stronger!

Sebelum kita membuka pintu hati kita untuk sebuah cinta dan sebuah harapan, bait-bait lagu ini bisa di jadikan sebuah pedoman.

Andainya ada di antara kita nanti berubah hala serta janji
Jangan ada benci
Suka dan duka dilalui
Jadikan kenangan di sudut hati
Ungkit-mengungkiti sakit-menyakiti
Memusnahkan diri
Kita harus tabah dan bersedia
Cekal hadapi kemungkinan yang tiba
Kadangkala yang berlaku
Di luar kemahuan kau dan aku

Buat sahabatku yang jauh di sana, aku akan selalu ada di sini dan setia untuk mendengar segala keluh kesah mu, jaga diri selalu, Tasya.

Salam, Wiwik.

Jangan lupa komentar =)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s